Medan, (Mitra Polda News) - Suasana khidmat dan haru menyelimuti pelepasan jemaah haji Kloter 13 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Rabu (6/5/2026). Kloter ini terdiri dari jamaah asal Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Kota Medan yang bersiap berangkat menuju Tanah Suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Di antara ratusan calon tamu Allah, perhatian tertuju pada sosok remaja 18 tahun asal Labuhanbatu, Ahmad Nasyrullah Tsani Hasibuan. Di usia muda, Ahmad mengemban amanah besar untuk menunaikan ibadah haji menggantikan almarhumah ibundanya yang wafat sebelum sempat berangkat ke Tanah Suci.
Ahmad merupakan putra Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Labuhanbatu sekaligus anggota DPRD setempat, H. Abdul Karim Hasibuan, SH, MH. Keberangkatannya menjadi kisah penuh ketegaran dan keikhlasan keluarga dalam menerima takdir Allah SWT.
Dengan penuh haru, Abdul Karim melepas keberangkatan putranya di Asrama Haji Medan. Ia mengaku bersyukur karena sang anak bersedia menjalankan amanah keluarga untuk menggantikan ibundanya dalam menunaikan ibadah haji “Alhamdulillah, anak saya ini sejak kecil memang menempuh pendidikan agama atas kemauannya sendiri dan kini menjadi santri di pesantren. Ketika mendapat kesempatan berangkat haji, dia ikhlas menggantikan ibundanya,” ujar H. Abdul Karim Kepada awak media saat di Wawancarai di Aula Madinatul Hujjaj Asrama haji Medan (Ahmed)
Menurutnya, perjalanan suci tersebut bukan sekadar ibadah pribadi, melainkan juga bentuk bakti seorang anak kepada orang tua yang telah tiada. Ia berharap seluruh amal ibadah putranya menjadi pahala yang terus mengalir bagi almarhumah istrinya.
“Insya Allah ini menjadi amal ibadah bagi ibundanya. Saya berpesan agar dia terus mendoakan ibunya, semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik,” katanya.
Sebagai seorang santri, Ahmad dinilai telah memiliki bekal ilmu agama untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Sang ayah pun optimistis putranya mampu melaksanakan prosesi ibadah dengan baik di bawah tuntunan Allah SWT.
Keberangkatan Ahmad di usia muda juga menjadi pesan moral bagi generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan dan menjadikan agama sebagai benteng menghadapi tantangan kehidupan.
“Ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk memperkuat keimanan. Kita harus membekali mereka dengan pengetahuan agama agar memiliki benteng dalam menghadapi kehidupan dan terhindar dari hal-hal negatif,” tegas Abdul Karim.
Ia menambahkan, memiliki anak saleh merupakan anugerah terbesar bagi setiap orang tua, jauh melebihi harta dan materi duniawi.
“Anak yang saleh adalah yang paling berharga. Insya Allah, mereka yang akan terus mendoakan kita, bahkan ketika kita sudah tiada,” ucapnya.
Keberangkatan Ahmad Nasyrullah Tsani Hasibuan bukan hanya menjadi perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga simbol keteguhan hati sebuah keluarga dalam menerima takdir. Kisah tersebut sekaligus menjadi inspirasi tentang pentingnya membangun generasi muda yang religius, kuat dalam akhlak, dan teguh dalam keimanan. (Syafii)



.png)

.png)









.jpeg)












Tidak ada komentar:
Posting Komentar