• Jelajahi

    Copyright © MITRA POLDA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    MPN


     

    Adv

    Iklan

    Zulkifli Sitorus Tegas di Embarkasi Medan: Sterilisasi Area, Disiplin Jemaah, dan Pengamanan Dokumen Jadi Harga Mati

    3DARA ADMIN
    Sabtu, 02 Mei 2026, 4:08 AM WIB Last Updated 2026-05-02T11:08:11Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Medan, ( Mitra Polda News ) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Zulkifli Sitorus, menegaskan pentingnya sterilisasi area, kedisiplinan, serta pengamanan dokumen vital jemaah haji saat penerimaan di Aula Jabal Nur, Embarkasi Medan, Sabtu pagi (2/5/2026).


    Sekitar 360 jemaah asal Deli Serdang dan Labuhan Batu Selatan tiba di Asrama Haji Medan dan disambut langsung oleh jajaran Kemenhaj Sumut. Dalam arahannya, Zulkifli menekankan bahwa pengamanan jemaah bukan sekadar prosedur, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan ibadah sejak dari tanah air.


    Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang tidak berkepentingan memasuki area penerimaan. Jemaah diminta membatasi interaksi, fokus beristirahat, serta menjaga kondisi fisik menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.


    Dalam penyampaiannya, Zulkifli mengutip pandangan Prof HC Torang Rambe tentang “empat nyawa jemaah haji”, dengan penekanan bahwa kehidupan sepenuhnya berada dalam kuasa Allah SWT. Namun, di sisi lain, jemaah wajib menjaga “nyawa administratif” yang menjadi penentu kelancaran ibadah.


    Tiga dokumen krusial ditegaskan harus dijaga ketat: paspor, gelang identitas, dan kartu Nusuk. Paspor menjadi akses utama masuk ke Arab Saudi, sementara kartu Nusuk merupakan syarat wajib untuk mengakses layanan dan lokasi ibadah di Tanah Suci.


    “Kartu Nusuk jangan sampai hilang atau dibagikan di media sosial. Di dalamnya ada data penting yang bisa disalahgunakan,” tegasnya.


    Selain aspek administratif, jemaah juga diingatkan untuk memahami inti ibadah haji, khususnya wukuf di Arafah sebagai rukun utama yang menentukan sah atau tidaknya haji.


    Sebagai bentuk peningkatan layanan, pemerintah menyiapkan uang saku sebesar 750 riyal serta fasilitas garbarata untuk akses langsung ke pesawat, guna mengurangi risiko kelelahan, terutama bagi jemaah lansia.


    Zulkifli menegaskan, seluruh aturan yang diterapkan bukan untuk membatasi, melainkan menjamin keselamatan dan kenyamanan jemaah.


    “Patuhi aturan, jaga kesehatan, dan tetap disiplin. Ini kunci agar ibadah berjalan lancar dan meraih haji mabrur,” pungkasnya. ( Puput )

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +