• Jelajahi

    Copyright © MITRA POLDA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    MPN


     

    Adv

    Iklan

    "Ketum MUI Kota Medan H. Hasan Matsum Sebut Pekan KHAS V Buktikan Syiar Islam Mampu Gerakkan Ekonomi Umat".

    3DARA ADMIN
    Kamis, 18 Juni 2026, 7:59 AM WIB Last Updated 2026-06-18T15:21:26Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Teks Keterangan foto: Ketua Umum MUI Kota Medan Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag., didampingi Sekretaris Umum Dr. H. Muhammad Amar Adly, Lc., M.A., Wakil Ketua Umum K.H. Zulfikar Hajar, Lc., Bendahara Umum Prof. Dr. Watni Marpaung, M.A., serta sejumlah pengurus MUI Kota Medan memberikan keterangan kepada awak media pada penutupan Pekan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Pekan KHAS) V Tahun 2026 di Jalan Mesjid Raya, Medan, Selasa (16/6/2026). MUI mencatat perputaran ekonomi UMKM selama kegiatan mencapai sekitar Rp400 juta. 
    (Mitra Polda News.Online/Syafii Harahap).


    MEDAN, (Mitra Polda News.Online) – Penutupan Pekan Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Pekan KHAS) V Tahun 2026 yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan berlangsung semarak dan penuh nuansa religius, Selasa malam (16/6/2026). Kegiatan yang digelar di Jalan Mesjid Raya, Kecamatan Medan Kota tersebut tidak hanya menghadirkan puluhan stan kuliner halal, tetapi juga dirangkai dengan Haflah Al-Qur'an yang menghadirkan qari berprestasi tingkat nasional dan internasional.


    Suasana acara semakin khidmat saat lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema di arena kegiatan. Hadir membacakan tilawah di antaranya Ustaz Haji Ahmad Azrail Hasibuan, Juara II Musabaqah Tilawatil Qur'an Internasional Majelis Tilawah Antarbangsa Malaysia Tahun 2025, Ustaz Haji Ahmad Muhajir, Ustaz Ahmad Khairi Novandra, serta Ustaz Haji Salman dari Jawa Barat.



    Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang digelar selama Pekan KHAS V, meliputi Lomba Nasyid Modern, Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), dan Lomba Masak Nasi Kebuli.


    Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag., mengatakan penyelenggaraan Pekan KHAS V tahun ini memiliki sejumlah program baru yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.


    "Alhamdulillah, pada penyelenggaraan yang kelima ini kami menghadirkan beberapa program baru. Selain stan kuliner halal, tahun ini kami mengadakan Fun Walk yang diikuti lebih dari 2.000 peserta. Kami juga menyediakan berbagai hadiah menarik, termasuk dua paket umrah, televisi, kompor, dan puluhan hadiah lainnya," ujar Hasan Matsum kepada awak media.



    Menurutnya, MUI Kota Medan juga menghadirkan sejumlah perlombaan baru sebagai sarana pembinaan generasi muda, salah satunya Lomba Nasyid Modern yang menyasar kalangan remaja.


    "Kami ingin mengarahkan aktivitas generasi muda kepada kegiatan yang positif, edukatif, dan bernilai syiar Islam. Karena itu tahun ini kami menghadirkan Lomba Nasyid Modern, Pildacil, serta Lomba Masak Nasi Kebuli yang mendapat sambutan baik dari masyarakat," katanya.


    Hasan menambahkan, kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Bahkan, jumlah peserta Fun Walk maupun hadiah yang disediakan diharapkan dapat semakin bertambah.



    Selain menjadi sarana syiar Islam, Pekan KHAS V juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


    Menurut Hasan Matsum, selama empat hari pelaksanaan kegiatan, sebanyak 80 tenant UMKM berpartisipasi memasarkan berbagai produk halal kepada masyarakat.


    "Pekan KHAS V berlangsung selama empat hari dengan melibatkan 80 tenant UMKM. Kami memperkirakan nilai transaksi penjualan mencapai sekitar Rp100 juta per hari, sehingga total perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung mencapai kurang lebih Rp400 juta," ungkapnya.


    Ia menilai capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk-produk halal sekaligus menjadi indikator positif bagi penguatan ekonomi umat di Kota Medan.



    "Perputaran transaksi yang mencapai sekitar Rp400 juta ini menunjukkan adanya peningkatan pendapatan bagi para pelaku UMKM yang terlibat. Ini menjadi bukti bahwa kegiatan syiar Islam seperti Pekan KHAS juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," tambahnya.


    Lebih lanjut, MUI Kota Medan berkomitmen mendukung pengembangan industri halal dengan mendorong para pelaku usaha yang telah memiliki sertifikasi halal untuk memperluas jaringan pemasaran.


    "Kami berharap produk-produk halal ini nantinya dapat dipasarkan tidak hanya di lingkungan tradisional, tetapi juga di kawasan masjid yang memiliki ruang usaha dan mampu menembus pasar modern sehingga memiliki daya saing yang lebih luas," ujarnya.


    Pada kesempatan tersebut, Hasan Matsum juga mengingatkan para pelaku usaha mengenai kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik.


    Menurutnya, batas akhir kewajiban sertifikasi halal ditetapkan pada 17 Oktober 2026. Setelah tanggal tersebut, produk yang termasuk kategori wajib halal namun belum memiliki sertifikasi berpotensi dikenakan sanksi apabila tetap diedarkan.



    "Kami mengimbau para pelaku usaha, khususnya UMKM, agar segera mengurus sertifikasi halal produknya. MUI Kota Medan siap membantu dan memfasilitasi proses tersebut," tegasnya.


    Ia menambahkan, seluruh produk makanan dan minuman yang dipasarkan dalam Pekan KHAS V telah memenuhi ketentuan kehalalan yang berlaku sebagai bentuk komitmen MUI Kota Medan dalam memberikan jaminan produk halal kepada masyarakat.


    Di akhir wawancaranya sekaligus menandai penutupan rangkaian Pekan KHAS V Tahun 2026, Ketua Umum MUI Kota Medan, Dr. H. Hasan Matsum, M.Ag., berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi wadah penguatan syiar Islam, pemberdayaan ekonomi umat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha terhadap pentingnya sertifikasi halal.


    "Kami berharap Pekan KHAS dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam memperkuat syiar Islam, mendorong pertumbuhan ekonomi umat, maupun meningkatkan pemahaman dan kepatuhan terhadap sertifikasi halal. Dengan demikian, ekosistem halal di Kota Medan dapat tumbuh semakin kuat dan berdaya saing," ujar Hasan Matsum menutup wawancaranya. 

    (Syafii Harahap) 











    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    NamaLabel

    +