Sejak dimulainya pengamanan menjelang arus mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 H, Jumat (13/3/2026) lalu sebanyak 34 kasus kecelakaan.
Dari keseluruhan kasus kecelakaan ini, pihak Satlantas Polrestabes Medan mencatat sebanyak 56 orang turut terlibat mrjjadu korban dalam Laka Lantas selama Ops Ketupat Toba 2026.
Dari total korban, 15 orang mengalami luka berat, 36 orang mengalami luka ringan, dan lima orang menjadi korban alias meninggal dunia.
Selama Ops Ketupat Toba 2026, di wilayah Polrestabes Medan tercatat terjadi 34 peristiwa Laka Lantas. Dari catatan kita, dalam kecelakaan selama Ops Ketupat Toba 2026, lima orang meninggal dunia," ujar Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP I Made Parwita, Minggu (29/3/2026).
Dikatakannya, peristiwa kecelakaan ini terjadi sepanjang momen baik arus mudik maupun arus balik Lebaran Idul Fitri tahun 2026 ini.
Teranyar, diketahui peristiwa Laka Lantas yang merenggut korban jiwa terjadi di jalur Medan-Berastagi.
"Dimana, dalam peristiwa kecelakaan tersebut dua orang pengemudi dan penumpang sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan bus.
Akibat peristiwa kecelakaan ini, Made menjelaskan pihaknya turut mencatat jumlah kerugian materil yang ditimbulkan sebanyak Rp 92.650.000.
Melihat masih tingginya tingkat kecelakaan saat momen hari besar ini, Made mengimbau kepada seluruh pengendara agar selalu waspada dalam berkendara.
Terlebih, saat momen arus mudik dan balik Lebaran dimana tingkat volume kendaraan di jalan raya meningkat drastis, tentunya potensi kecelakaan lebih besar terjadi.
Sehingga, ia meminta kepada masyarakat agar lebih waspada meskipun arus balik sudah berakhir hari ini.
"Tentunya kami mengimbau kepada masyarakat yang membawa kendaraan di jalan raya, agar selalu waspada. Tetap patuhi aturan lalu lintas, jaga jarak dan jaga kecepatan apalagi saat volume kendaraan sedang tinggi," pungkasnya. (Syafii)



.png)

.png)









.jpeg)












Tidak ada komentar:
Posting Komentar