Medan, ( Mitra Polda News ) – Kesiapan pendampingan jemaah haji kembali menjadi sorotan. Ketua KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh) Hijir Ismail H. Fahrur Rochman menegaskan kepada awak media pihaknya telah melakukan persiapan menyeluruh, mulai dari pra-keberangkatan hingga kepulangan jemaah dari Mekkah dan Madinah.
“Alhamdulillah, kami sudah mempersiapkan dengan sangat baik. Tahun ini kami mendampingi 90 jemaah, dengan usia termuda 31 tahun dan tertua 78 tahun,
Insya Allah tergabung dalam kloter 8 dan 14 melalui embarkasi Bandara Internasional Kualanamu,” ujarnya saat di Wawancarai di kantin Ahmed-1 Emberkasi Medan Jalan Jendral Besar A.H. Nasution Pangkalan Mansyur, kecamatan Medan Johor kota Medan Rabu malam (29 April 2026).
Meski jumlah jemaah haji kita mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 120 hingga 130 orang, pihak KBIHU menilai hal itu dipengaruhi faktor global, termasuk kebijakan kuota haji. “Tahun ini memang 90 jemaah, namun kesiapan tetap maksimal,” tegasnya H. Fahrur Rochman
Manasik Intensif, Klaim Terbanyak di Medan
Salah satu poin yang disorot adalah pelaksanaan manasik haji. KBIHU Hijir Ismail mengklaim telah menggelar hingga 32 kali pertemuan, mulai dari pembukaan hingga menjelang keberangkatan.
“Ini termasuk yang terbanyak. Tidak hanya teori, kami juga lakukan praktik dan simulasi di lapangan agar jemaah benar-benar siap menghadapi kondisi riil di Tanah Suci,” jelasnya.
Mayoritas jemaah yang diberangkatkan didominasi kelompok lansia berusia di atas 60 tahun.
Meski demikian, pihaknya memastikan kondisi kesehatan jemaah relatif baik dan jumlah jemaah dengan risiko tinggi tergolong minim.
Layanan Awal Diapresiasi, Evaluasi Masih Berjalan
Terkait pelayanan di asrama haji, KBIHU Hijir Ismail menilai terdapat peningkatan signifikan, khususnya dalam distribusi kartu layanan haji (nusuk) yang kini sudah dibagikan sejak di Embarkasi Medan.
“Ini sangat membantu jemaah. Untuk layanan lainnya, kami belum bisa mengklaim karena proses masih berjalan hingga nanti pemulangan,” ujarnya hati-hati.
Namun demikian, tantangan tetap ada. Ketua KBIHU mengakui persoalan komunikasi menjadi kendala utama, terutama di era digital saat informasi kerap terpotong atau tidak utuh.
“Informasi yang tidak lengkap bisa menimbulkan kesalahpahaman. Ini yang terus kami antisipasi,” katanya.
Harapan: Berangkat Lengkap, Pulang Lengkap
Di tengah berbagai dinamika, KBIHU Hijir Ismail menaruh harapan besar kepada seluruh jemaah agar mampu menjalankan ibadah dengan maksimal.
“Kami berharap jemaah meluruskan niat, menjaga kesehatan, dan menjalankan ibadah dengan baik. Pergi lengkap, pulang pun harus lengkap dan sehat,” tutupnya.
Seluruh dokumen penting seperti visa, paspor, dan administrasi lainnya juga dipastikan telah rampung dan diterima jemaah tanpa kendala berarti—menjadi penegasan bahwa kesiapan teknis tahun ini relatif solid, tinggal pembuktian di lapangan hingga akhir perjalanan ibadah haji sukses dan berjalan Lancar semua, Amin
(Pemred)



.png)

.png)









.jpeg)












Tidak ada komentar:
Posting Komentar